Cerita Harian

Awet Muda, Katanya

Cerita Harian

Awet Muda, Katanya

Ya Allah, udah lama banget gak ketemu. Awet muda yaaa, masih sama kayak dulu deh.”

“Hmm.. paling umurnya 30 tahun.”

“Wah, kayak gak pernah keliatan tua ya.”

Kalimat ini sering kali berdatangan dari teman yang sudah lama enggak ketemu. Kalau yang nebak-nebak umur biasanya yang baru kenal.

Saya menganggap ini sanjungan sekaligus doa.

Geer sih ada, dikit.

Tapi, semakin ke sini, saya merasa anggapan awet muda itu semacam berkah. Ada sesuatu yang menyenangkan ketika orang masih melihat kita sebagai sosok yang sama, meskipun waktu sudah berjalan begitu jauh dan hidup sudah membawa kita ke berbagai macam persoalan.

Setiap harinya, ketika melek mata, saya selalu ingin menjalani hari dengan gembira. Meskipun pasti masalah pun akan datang mendekat. Tapi, setidaknya entah kenapa saya hampir selalu punya jurus jitu, gimana pun masalahnya, selalu ada cara untuk menikmati hari. Kadang dengan ngopi, jalan-jalan bareng istri, godain dudud si kucing calico penghuni rumah, main padel, ketemu teman, atau cuma menertawakan hal-hal kecil yang sebenarnya enggak lucu-lucu amat.

Mungkin karena dari dulu saya memang senang bercanda. Ada saja yang bisa dijadikan bahan ketawaan. Meski, ya, sebagai seorang introvert, saya juga enggak selalu punya energi untuk berinteraksi dengan banyak orang. Entah kenapa energi bersosialiasi saya akan cepat habis kalau bertemu banyak makhluk bernama manusia, apalagi baru kenal. Makanya saya lebih suka menyendiri nulis, menikmati kesunyian. Bagi saya, itu seperti sedang ngecharge diri.

Dalam kesunyian ini biasanya ide-ide muncul. Pikiran kreatif langsung ngumpul. Mungkin ini yang membuat wajah saya tidak berubah dari tahun ke tahun. Meski ini kesoktahuan saya saja. Tapi, wajah yang belum banyak berubah adalah bonus yang menggembirakan ketika usia terus bertambah. Ada bagian dari diri kita yang berusaha untuk tetap menikmati hidup, meskipun pengalaman telah mengajarkan banyak hal.

Sebab, semakin bertambah usia, semakin banyak pula alasan untuk menjadi serius. Tagihan, pekerjaan, tanggung jawab, kehilangan, dan berbagai hal yang kadang datang tanpa permisi.

Kalau masih bisa tertawa di tengah semua itu, rasanya sudah merupakan kemewahan tersendiri.

Jadi, kalau ada yang bilang saya awet muda, saya aminkan saja. Barangkali itu doa yang sedang dikabulkan dengan cara yang sederhana.

Semoga wajahnya tetap begini, hatinya tetap ringan, dan selera humornya enggak ikut menua. Aamin.

Walaupun, rambut putih sudah mulai muncul tipis-tipis. Sedikit demi sedikit mengingatkan bahwa waktu tetap berjalan, meskipun kadang saya masih merasa seperti anak muda yang punya banyak alasan untuk ketawa dan bercanda absurd. Hahaha.

Bagikan ini: