Puisi

Anak-Anak Matahari

Puisi

Anak-Anak Matahari

Tak sedikitpun melangkah mundur

Meski menggigil ditiup pagi

Terbakar dijilat siang

Getir dilalap malam

Anak-anak matahari

Mendudukkan sunyi

Pada kota yang gaduh

Menyelipkan mimpi

Masuk merasuki

Alam pikirnya

Lantas raib dimakan rayap

Merambati dinding hati

Suara-suara rapuh

Siap saji di hajatan lima tahun berikutnya

Bagikan ini: