Kala alam marah. Rintik tak lagi puitik. Menerkam tikam derap langkah serdadu air. Cepat menyerbu tanah.
Kita merenung renung. Apa yang salah. Meratap tatap di antara reruntuhan dosa manusia. Rintik tak lagi puitik. Senja memburam. Cahayanya dilalap bencana. Duka datang seketika tak diundang.
Rintik tak lagi puitik
Rintik tak lagi puitik
Rintik tak lagi puitik
Alam murka. Bencana. Manusia tetap jadi manusia. Serakah.
Rintik tak lagi puitik
oleh ulah manusia